pesan si Mbah

MENULIS adalah bekerja untuk KEABADIAN...

MERDEKA ATAU BUDAK?

suatu sore diawal pekan aku berdiri ditengah taman dan tak tahu hendak kemana. dalam kebingungan lantas aku bertanyaa kepada mereka yang duduk berkumpul. 'disini daerah apa yah..??', tanyaku. 'memangnya anda hendak kemana?? kalau ingin merdeka, silahkan turun ditangga itu disana ada sebuah koridor mungil tempat orang-orang merdeka bebas berkreasi. kalau hendak menjadi budak, digedung bagian sana ada sebuah tangga berpagar jeruji, naiklah kesana dan biarkan dirimu terpenjara oleh dogma-dogma dan sejuta ketakutan disana..'.

MEMBACA

kata orang, membaca itu membuka jendela dunia. jadi, mereka yg membaca telah membuka pikiran mereka dari kungkungan pikiran dan paham lama dengan mempelajari teori-teori baru, apalagi kalau dia mampu membandingkannya dengan praktek dilapangan. maka, jika membaca itu bisa 'membuka jendela dunia', bisa kita katakan jika mereka yang memfasilitasi orang-orang membaca telah 'membukakan jendela dunia' bagi yang lainnya. .

Tanah MELIMPAH, PETANI MELUMPUH

sawah luas tapi petani tak bertanah. sebab tanah bukan milik petani tapi milik tuan tanah yang punya sawah tapi tak bertani, hanya menunggu hasil jerih payah sang buruh tani. dikau bertanya kenapa??? sebab tirani telah tumbuh subur diatas tanah kita, negeri milik para petani..!!

Organisasi Itu Harus MENCERDASKAN

organisasi yang mendidik adalah organisasi yang memberi manfaat bagi anggota, memberi pengetahuan bagi anggota, mencerdaskan, dan mampu menjadi alat pembebasan bagi anggota.

Saturday, October 18, 2014

BELAJAR BERMIMPI DAN BERJUANG DARI ANIME NARUTO



#naruto shippuden episode 382
Siapa dari kita yang tidak pernah nonton serial anime ini??? Mulai dari sejak masih berjudul ‘naruto’ yang berkisah tentang seorang shinobi kecil bernama Uzumaki Naruto yang bercita tinggi menjadi hokage dinegaranya, sampai dengan ‘naruto shippuden’ yang menceritakan tentang Naruto di masa dewasanya. Dalam tulisan ini, saya hanya akan menceritakan sedikit tentang kisah yang terjadi dalam serial Naruto Shippuden episode 382. Mungkin agak aneh kenapa keudian saya memilih epiode ini. Namun, ada hal yang menarik dari dari episode ini, yaitu tentang mimpi dan perjuangan meraihnya. Hal yang telah tercermin dari judul episodenya, ‘mimpi shinobi’.

Tuesday, August 12, 2014

Suatu Waktu Menjelang Maghrib di Sebuah Kompleks Kecil Ibukota


#Hitam Putih yang ABU-ABU
Alkisah, ada sebuah kompleks kecil di ibukota. Kompleks itu lumayan padat oleh penduduk yang berasal dari latar belakang berupa warna. Ada pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta, dll. Umumnya perumahan di ibukota, jangan pernah berharap untuk melihat suasana kekeluargaan di kompleks tersebut, yang ada adalah kondisi dimana masing-masing orang sibuk dengan keadaan mereka sendiri. Di kompleks kecil itu terdapat sebuah Mushollah kecil. Mushollah itu di jaga oleh seorang Kakek yang telah cukup tua. Dialah yang bertugas untuk menyapu, mengepel, menata, dan seluruh pekerjaan tata ruang mushallah.  Si kakek sendiri tinggal di sebuah rumah kecil tepat di depan Mushallah itu dan untuk menyambung hidup dia membuka sebuah warung kelontongan untuk kebutuhan sehari-hari warga kompleks. Kondisi masyarakat kompleks yang individualistis pun berpengaruh pada kondisi mushollah. Hal ini bisa dilihat dari sangat minimnya jumlah Jemaah yang mengikuti shalat berjemaah di mushollah tersebut. Bahkan, sangat sering keadaan dimana shalat di mushollah tersebut hanya memiliki satu orang Jemaah yang tidak lain dari si kakek. Jadi, si kakek yang adzan, si kakek yang iqhamat, si kakek yang jadi imam sekaligus makmum. Padahal, si kakek sangat sering mengajak warga kompleks untuk beramai-ramai ke mushollah. Namun, itu hanya dibalas dengan senyum picik dari warga kompleks. Dan hal tersebut tidak membuat si kakek jenuh untuk terus mengajak dan menyeru kepada seluruh warga kompleks untuk meramaikan mushollah.
***

Thursday, May 1, 2014

MONOLOG HARI PENDIDIKAN NASIONAL

#antarakebanggaandankesuraman..
Namaku Su,  mahasiswa Fakultas Ilmu Pasti Universitas Ayam Jantan angkatan akhir. 6 tahun aku berkuliah, akhirnya sebentar lagi akan selesai juga. Bulan depan aku sarjana. Bulan depan say good bye kehidupan kampus. Bulan depan selesai juga penantian akhir kedua orang tua dalam membiayai persekolahan. Bulan depan kampus Ayam Jantan, Universitas yang tak pernah becus mengurus WCnya akan segera ku tinggalkan. Bulan depan, dosen bebal arogan anti kritik akan jadi kenangan. Bulan depan, laboraatorium zaman pra sejarah hanya jadi pengisi masa lalu.

Friday, April 25, 2014

BERFIKIR YANG BENAR


Berpikir berasal dari kata dasar ‘pikir’ yang artinya akal budi; ingatan; angan-angan. Sementara berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan atau memutuskan sesuatu. Sementara berpikir yang benar adalah cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan real. Banyak orang-orang yang menempatkan asumsi sebagai acuan dalam pikirannya. Namun, pada akhirnya metode berfikir yang menempatkan asumsi sebagai acuan tidak akan pernah memberi solusi atau penjelasan konkret tentang sebuah keadaan. Sebab, pandangannya hanya bersumber dari subjektif yang berfikir tanpa dibarengi dengan bukti-bukti konkret. Sementara keadaan itu bukan bersumber dari asumsi subjektif saja.

Tuesday, April 22, 2014

22 APRIL, SEHARI SETELAH 21 APRIL


#tentang Bumi dan Kartini
Namaku su, mahasiswa Fakultas Ilmu Pasti tingkat akhir. Hari ini tanggal 22 april 2014. Kata orang, hari ini Hari Bumi Sedunia (sesuau yang aku tak mengerti asal usulnya). Itu ku lihat dari banyaknya orang yang mengatakan sejuta kata yang intinya sederhana, “selamat hari bumi sedunia..”, dan aku hanya bisa tersenyum kecil. Bukan hendak mengejek, walau juga tak ada niat sedikit pun untuk bersepakat, sebab dipandanganku kalimat-kalimat tersebut hanya sampai dirongga mulut orang-orang yang mengucapkannya. Atau paling keren hanya sampai dihalaman dinding akun sosial media mereka. Titik, cukup sampai disitu. Setidaknya itu yang ku dapat dari pengalamanku.

Wednesday, April 16, 2014

Sekilas UU PT, UKT, dan PTN-BH

Dalam beberapa waktu belakangan ini isu tentang Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) menjad isu yang hangat dikalangan civitas akademika Universitas Hasanuddin. Cukup wajar, mengingat adanya kemungkinan unhas beralih dari statusnya yang saat ini yang ‘masih’ berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) ke PTN-BH. Menurut evaluasi DIKTI, Unhas dianggap telah cukup mapan untuk menjadi PTN-BH.
Tapi sebenarnya, apa itu PTN-BH???

Monday, April 14, 2014

SAKIT KRONIS


#siapa yang sakit??? entahlah..
“dookkk..pak dookkkter, tolong ‘milik kami’ pak, dia sakit parah..kami mohon pak, kami siap bayar berapa saja, asal ‘milik kami’ semubuh…”, kata Baco pada pak dokter.
Rumah sakit ‘PAK DOKTER’, yang awalnya sepi pun pecah dalam keramaian. Bagaimana tidak, dalam mengantar dia (baco menyebutnya dengan ‘milik kami’) Baco tak hanya sendiri, dia bersama kawan-kawannya yang cocok untuk bikin 2 tim bola itu. Kontan saja, mereka langsung jadi pusat perhatian. Tak lama kemudian sesosok perempuan dengan pakaian putih rambut panjang terurai wajah putih polos datang menghampiri gerombolan mereka.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Saturday, October 18, 2014

BELAJAR BERMIMPI DAN BERJUANG DARI ANIME NARUTO



#naruto shippuden episode 382
Siapa dari kita yang tidak pernah nonton serial anime ini??? Mulai dari sejak masih berjudul ‘naruto’ yang berkisah tentang seorang shinobi kecil bernama Uzumaki Naruto yang bercita tinggi menjadi hokage dinegaranya, sampai dengan ‘naruto shippuden’ yang menceritakan tentang Naruto di masa dewasanya. Dalam tulisan ini, saya hanya akan menceritakan sedikit tentang kisah yang terjadi dalam serial Naruto Shippuden episode 382. Mungkin agak aneh kenapa keudian saya memilih epiode ini. Namun, ada hal yang menarik dari dari episode ini, yaitu tentang mimpi dan perjuangan meraihnya. Hal yang telah tercermin dari judul episodenya, ‘mimpi shinobi’.

Tuesday, August 12, 2014

Suatu Waktu Menjelang Maghrib di Sebuah Kompleks Kecil Ibukota


#Hitam Putih yang ABU-ABU
Alkisah, ada sebuah kompleks kecil di ibukota. Kompleks itu lumayan padat oleh penduduk yang berasal dari latar belakang berupa warna. Ada pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta, dll. Umumnya perumahan di ibukota, jangan pernah berharap untuk melihat suasana kekeluargaan di kompleks tersebut, yang ada adalah kondisi dimana masing-masing orang sibuk dengan keadaan mereka sendiri. Di kompleks kecil itu terdapat sebuah Mushollah kecil. Mushollah itu di jaga oleh seorang Kakek yang telah cukup tua. Dialah yang bertugas untuk menyapu, mengepel, menata, dan seluruh pekerjaan tata ruang mushallah.  Si kakek sendiri tinggal di sebuah rumah kecil tepat di depan Mushallah itu dan untuk menyambung hidup dia membuka sebuah warung kelontongan untuk kebutuhan sehari-hari warga kompleks. Kondisi masyarakat kompleks yang individualistis pun berpengaruh pada kondisi mushollah. Hal ini bisa dilihat dari sangat minimnya jumlah Jemaah yang mengikuti shalat berjemaah di mushollah tersebut. Bahkan, sangat sering keadaan dimana shalat di mushollah tersebut hanya memiliki satu orang Jemaah yang tidak lain dari si kakek. Jadi, si kakek yang adzan, si kakek yang iqhamat, si kakek yang jadi imam sekaligus makmum. Padahal, si kakek sangat sering mengajak warga kompleks untuk beramai-ramai ke mushollah. Namun, itu hanya dibalas dengan senyum picik dari warga kompleks. Dan hal tersebut tidak membuat si kakek jenuh untuk terus mengajak dan menyeru kepada seluruh warga kompleks untuk meramaikan mushollah.
***

Thursday, May 1, 2014

MONOLOG HARI PENDIDIKAN NASIONAL

#antarakebanggaandankesuraman..
Namaku Su,  mahasiswa Fakultas Ilmu Pasti Universitas Ayam Jantan angkatan akhir. 6 tahun aku berkuliah, akhirnya sebentar lagi akan selesai juga. Bulan depan aku sarjana. Bulan depan say good bye kehidupan kampus. Bulan depan selesai juga penantian akhir kedua orang tua dalam membiayai persekolahan. Bulan depan kampus Ayam Jantan, Universitas yang tak pernah becus mengurus WCnya akan segera ku tinggalkan. Bulan depan, dosen bebal arogan anti kritik akan jadi kenangan. Bulan depan, laboraatorium zaman pra sejarah hanya jadi pengisi masa lalu.

Friday, April 25, 2014

BERFIKIR YANG BENAR


Berpikir berasal dari kata dasar ‘pikir’ yang artinya akal budi; ingatan; angan-angan. Sementara berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan atau memutuskan sesuatu. Sementara berpikir yang benar adalah cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan real. Banyak orang-orang yang menempatkan asumsi sebagai acuan dalam pikirannya. Namun, pada akhirnya metode berfikir yang menempatkan asumsi sebagai acuan tidak akan pernah memberi solusi atau penjelasan konkret tentang sebuah keadaan. Sebab, pandangannya hanya bersumber dari subjektif yang berfikir tanpa dibarengi dengan bukti-bukti konkret. Sementara keadaan itu bukan bersumber dari asumsi subjektif saja.

Tuesday, April 22, 2014

22 APRIL, SEHARI SETELAH 21 APRIL


#tentang Bumi dan Kartini
Namaku su, mahasiswa Fakultas Ilmu Pasti tingkat akhir. Hari ini tanggal 22 april 2014. Kata orang, hari ini Hari Bumi Sedunia (sesuau yang aku tak mengerti asal usulnya). Itu ku lihat dari banyaknya orang yang mengatakan sejuta kata yang intinya sederhana, “selamat hari bumi sedunia..”, dan aku hanya bisa tersenyum kecil. Bukan hendak mengejek, walau juga tak ada niat sedikit pun untuk bersepakat, sebab dipandanganku kalimat-kalimat tersebut hanya sampai dirongga mulut orang-orang yang mengucapkannya. Atau paling keren hanya sampai dihalaman dinding akun sosial media mereka. Titik, cukup sampai disitu. Setidaknya itu yang ku dapat dari pengalamanku.

Wednesday, April 16, 2014

Sekilas UU PT, UKT, dan PTN-BH

Dalam beberapa waktu belakangan ini isu tentang Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) menjad isu yang hangat dikalangan civitas akademika Universitas Hasanuddin. Cukup wajar, mengingat adanya kemungkinan unhas beralih dari statusnya yang saat ini yang ‘masih’ berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) ke PTN-BH. Menurut evaluasi DIKTI, Unhas dianggap telah cukup mapan untuk menjadi PTN-BH.
Tapi sebenarnya, apa itu PTN-BH???

Monday, April 14, 2014

SAKIT KRONIS


#siapa yang sakit??? entahlah..
“dookkk..pak dookkkter, tolong ‘milik kami’ pak, dia sakit parah..kami mohon pak, kami siap bayar berapa saja, asal ‘milik kami’ semubuh…”, kata Baco pada pak dokter.
Rumah sakit ‘PAK DOKTER’, yang awalnya sepi pun pecah dalam keramaian. Bagaimana tidak, dalam mengantar dia (baco menyebutnya dengan ‘milik kami’) Baco tak hanya sendiri, dia bersama kawan-kawannya yang cocok untuk bikin 2 tim bola itu. Kontan saja, mereka langsung jadi pusat perhatian. Tak lama kemudian sesosok perempuan dengan pakaian putih rambut panjang terurai wajah putih polos datang menghampiri gerombolan mereka.

Saturday, October 18, 2014

BELAJAR BERMIMPI DAN BERJUANG DARI ANIME NARUTO



#naruto shippuden episode 382
Siapa dari kita yang tidak pernah nonton serial anime ini??? Mulai dari sejak masih berjudul ‘naruto’ yang berkisah tentang seorang shinobi kecil bernama Uzumaki Naruto yang bercita tinggi menjadi hokage dinegaranya, sampai dengan ‘naruto shippuden’ yang menceritakan tentang Naruto di masa dewasanya. Dalam tulisan ini, saya hanya akan menceritakan sedikit tentang kisah yang terjadi dalam serial Naruto Shippuden episode 382. Mungkin agak aneh kenapa keudian saya memilih epiode ini. Namun, ada hal yang menarik dari dari episode ini, yaitu tentang mimpi dan perjuangan meraihnya. Hal yang telah tercermin dari judul episodenya, ‘mimpi shinobi’.

Tuesday, August 12, 2014

Suatu Waktu Menjelang Maghrib di Sebuah Kompleks Kecil Ibukota


#Hitam Putih yang ABU-ABU
Alkisah, ada sebuah kompleks kecil di ibukota. Kompleks itu lumayan padat oleh penduduk yang berasal dari latar belakang berupa warna. Ada pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta, dll. Umumnya perumahan di ibukota, jangan pernah berharap untuk melihat suasana kekeluargaan di kompleks tersebut, yang ada adalah kondisi dimana masing-masing orang sibuk dengan keadaan mereka sendiri. Di kompleks kecil itu terdapat sebuah Mushollah kecil. Mushollah itu di jaga oleh seorang Kakek yang telah cukup tua. Dialah yang bertugas untuk menyapu, mengepel, menata, dan seluruh pekerjaan tata ruang mushallah.  Si kakek sendiri tinggal di sebuah rumah kecil tepat di depan Mushallah itu dan untuk menyambung hidup dia membuka sebuah warung kelontongan untuk kebutuhan sehari-hari warga kompleks. Kondisi masyarakat kompleks yang individualistis pun berpengaruh pada kondisi mushollah. Hal ini bisa dilihat dari sangat minimnya jumlah Jemaah yang mengikuti shalat berjemaah di mushollah tersebut. Bahkan, sangat sering keadaan dimana shalat di mushollah tersebut hanya memiliki satu orang Jemaah yang tidak lain dari si kakek. Jadi, si kakek yang adzan, si kakek yang iqhamat, si kakek yang jadi imam sekaligus makmum. Padahal, si kakek sangat sering mengajak warga kompleks untuk beramai-ramai ke mushollah. Namun, itu hanya dibalas dengan senyum picik dari warga kompleks. Dan hal tersebut tidak membuat si kakek jenuh untuk terus mengajak dan menyeru kepada seluruh warga kompleks untuk meramaikan mushollah.
***

Thursday, May 1, 2014

MONOLOG HARI PENDIDIKAN NASIONAL

#antarakebanggaandankesuraman..
Namaku Su,  mahasiswa Fakultas Ilmu Pasti Universitas Ayam Jantan angkatan akhir. 6 tahun aku berkuliah, akhirnya sebentar lagi akan selesai juga. Bulan depan aku sarjana. Bulan depan say good bye kehidupan kampus. Bulan depan selesai juga penantian akhir kedua orang tua dalam membiayai persekolahan. Bulan depan kampus Ayam Jantan, Universitas yang tak pernah becus mengurus WCnya akan segera ku tinggalkan. Bulan depan, dosen bebal arogan anti kritik akan jadi kenangan. Bulan depan, laboraatorium zaman pra sejarah hanya jadi pengisi masa lalu.

Friday, April 25, 2014

BERFIKIR YANG BENAR


Berpikir berasal dari kata dasar ‘pikir’ yang artinya akal budi; ingatan; angan-angan. Sementara berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan atau memutuskan sesuatu. Sementara berpikir yang benar adalah cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan real. Banyak orang-orang yang menempatkan asumsi sebagai acuan dalam pikirannya. Namun, pada akhirnya metode berfikir yang menempatkan asumsi sebagai acuan tidak akan pernah memberi solusi atau penjelasan konkret tentang sebuah keadaan. Sebab, pandangannya hanya bersumber dari subjektif yang berfikir tanpa dibarengi dengan bukti-bukti konkret. Sementara keadaan itu bukan bersumber dari asumsi subjektif saja.

Tuesday, April 22, 2014

22 APRIL, SEHARI SETELAH 21 APRIL


#tentang Bumi dan Kartini
Namaku su, mahasiswa Fakultas Ilmu Pasti tingkat akhir. Hari ini tanggal 22 april 2014. Kata orang, hari ini Hari Bumi Sedunia (sesuau yang aku tak mengerti asal usulnya). Itu ku lihat dari banyaknya orang yang mengatakan sejuta kata yang intinya sederhana, “selamat hari bumi sedunia..”, dan aku hanya bisa tersenyum kecil. Bukan hendak mengejek, walau juga tak ada niat sedikit pun untuk bersepakat, sebab dipandanganku kalimat-kalimat tersebut hanya sampai dirongga mulut orang-orang yang mengucapkannya. Atau paling keren hanya sampai dihalaman dinding akun sosial media mereka. Titik, cukup sampai disitu. Setidaknya itu yang ku dapat dari pengalamanku.

Wednesday, April 16, 2014

Sekilas UU PT, UKT, dan PTN-BH

Dalam beberapa waktu belakangan ini isu tentang Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) menjad isu yang hangat dikalangan civitas akademika Universitas Hasanuddin. Cukup wajar, mengingat adanya kemungkinan unhas beralih dari statusnya yang saat ini yang ‘masih’ berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) ke PTN-BH. Menurut evaluasi DIKTI, Unhas dianggap telah cukup mapan untuk menjadi PTN-BH.
Tapi sebenarnya, apa itu PTN-BH???

Monday, April 14, 2014

SAKIT KRONIS


#siapa yang sakit??? entahlah..
“dookkk..pak dookkkter, tolong ‘milik kami’ pak, dia sakit parah..kami mohon pak, kami siap bayar berapa saja, asal ‘milik kami’ semubuh…”, kata Baco pada pak dokter.
Rumah sakit ‘PAK DOKTER’, yang awalnya sepi pun pecah dalam keramaian. Bagaimana tidak, dalam mengantar dia (baco menyebutnya dengan ‘milik kami’) Baco tak hanya sendiri, dia bersama kawan-kawannya yang cocok untuk bikin 2 tim bola itu. Kontan saja, mereka langsung jadi pusat perhatian. Tak lama kemudian sesosok perempuan dengan pakaian putih rambut panjang terurai wajah putih polos datang menghampiri gerombolan mereka.